PACITAN – Pembangunan gedung rawat jalan RSUD dr. Darsono Pacitan kembali berlanjut dengan dukungan anggaran Rp7,2 miliar dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Proyek tersebut diharapkan menjadi salah satu penunjang peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Kabupaten Pacitan. Keberadaan gedung baru nantinya akan difokuskan untuk mendukung aktivitas pelayanan pasien rawat jalan.
Direktur RSUD dr. Darsono Pacitan, dr. Johan Tri Putranto, mengatakan tambahan anggaran tersebut menjadi dukungan penting bagi kelanjutan pembangunan fasilitas rumah sakit.
“Alhamdulillah, kami sangat bersyukur. Dengan adanya suntikan anggaran sebesar Rp7,2 miliar dari DBHCHT tahun ini, pembangunan gedung rawat jalan RSUD dr. Darsono bisa kembali dilanjutkan,” tutur Johan.
Saat menyampaikan keterangan tersebut, Johan menjelaskan bahwa pekerjaan pembangunan telah berjalan sekitar satu bulan. Pelaksanaan proyek juga disebut masih sesuai jadwal yang telah ditentukan, tanpa kendala berarti.
Pembangunan gedung rawat jalan ini memiliki peran strategis dalam mendukung penataan pelayanan rumah sakit. Sebab, gedung utama selama ini digunakan untuk berbagai kebutuhan pelayanan sehingga diperlukan fasilitas tambahan agar aktivitas pelayanan dapat berlangsung lebih optimal.
Dengan tersedianya gedung khusus rawat jalan, rumah sakit diharapkan mampu memberikan pelayanan yang lebih tertata dan nyaman bagi pasien.
Ke depan, penguatan sarana dan prasarana kesehatan diharapkan berjalan seiring dengan peningkatan mutu pelayanan medis. Dengan demikian, masyarakat Pacitan dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan yang semakin baik melalui fasilitas rumah sakit daerah.












